Mengulik Sejarah Sasando: Alat Musik Tradisional dari NTT
Pendahuluan
Sasando adalah salah satu alat musik tradisional yang sangat kaya akan nilai budaya dan sejarah, berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Sejak zaman dahulu, sasando telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat lokal, terutama di pulau Rote dan Sabu. Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam mengenai sejarah, evolusi, dan makna sasando, serta bagaimana alat musik ini tetap relevan dalam konteks modern.
Sejarah Sasando
Asal Usul Sasando
Sasando diyakini telah ada sejak abad ke-19, meskipun jejak pasti asal usulnya masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Beberapa peneliti berpendapat bahwa sasando berasal dari “sasal” yang berarti alat musik berbentuk harpa dalam bahasa lokal. Alat musik ini awalnya dibuat menggunakan bahan sederhana, seperti bambu dan daun lontar, sebelum berkembang menjadi format yang lebih modern.
Peran Dalam Budaya Lokal
Dalam masyarakat NTT, sasando lebih dari sekadar alat musik; ia berperan penting dalam berbagai upacara adat, perayaan, dan ritual. Alat ini sering dimainkan dalam budaya lisan Rote untuk mengekspresikan cerita dan tradisi. Menurut Dr. Yuliana Patong, seorang etnomusikolog, “Sasando bukan sekadar alat musik, ia adalah jendela ke dalam jiwa masyarakat NTT, mencerminkan tradisi dan hubungan antara manusia, alam, dan spiritualitas.”
Deskripsi Sasando
Bentuk dan Material
Sasando memiliki bentuk yang unik dan terdiri dari dua bagian utama: badan dan senar. Badan sasando biasanya terbuat dari kayu berkualitas tinggi, sering kali digunakan kayu nangka atau kayu jati, ditambah dengan bahan alami lainnya seperti daun lontar untuk senar. Senar pada sasando dapat bervariasi, biasanya terdiri dari 11 hingga 20 senar, tergantung jenis yang dimainkan.
Cara Memainkan Sasando
Sasando dimainkan dengan cara dipetik, dan memberi nuansa yang lembut dan mendayu-dayu. Pemain akan memetik senar menggunakan jari atau alat kecil yang disebut ‘picking tool.’ Teknik pemetikan ini menghasilkan melodi yang indah, biasanya mengiringi nyanyian tradisional atau tarian adat.
Evolusi dan Pengembangan
Perubahan Material dan Teknik
Seiring dengan perkembangan jaman, sasando juga mengalami perubahan. Sejak diperkenalkannya bahan-bahan modern, seperti logam untuk senar, suara yang dihasilkan pun menjadi lebih kaya dan bervariasi. Pengrajin sasando kini juga menggunakan teknik dan desain yang lebih inovatif untuk menarik perhatian generasi muda.
Sasando dalam Era Modern
Di era modern ini, sasando tidak hanya dilestarikan sebagai alat musik tradisional, tetapi juga diadopsi dalam berbagai genre musik, termasuk pop, jazz, dan musik klasik. Musisi seperti Ocha, yang dikenal memperkenalkan sasando ke ranah musik modern, telah membuat inovasi yang memberikan warna baru pada alat musik ini.
Sasando dan Identitas Budaya
Komunitas Sasando
Komunitas sasando di NTT terus berupaya melestarikan alat musik ini melalui berbagai program pelatihan dan pertunjukan. Organisasi seperti Komunitas Sasando Rote Sabu (KOSRAT) telah berperan aktif dalam mengedukasi generasi muda tentang pentingnya sasando dalam budaya mereka.
Sasando dalam Pendidikan
Beberapa institusi pendidikan di NTT juga mulai mengintegrasikan pelajaran sasando dalam kurikulum mereka. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar tentang musik tetapi juga sejarah dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Sasando dalam Pertunjukan
Festival Musik Tradisional
Sasando sering menjadi pusat perhatian dalam festival musik tradisional di Indonesia, seperti Festival Kebudayaan Rote dan Festival Musik Tradisional NTT. Pertunjukan ini tidak hanya menarik pengunjung lokal tetapi juga wisatawan asing, yang ingin merasakan keindahan dan keunikan sasando.
Pengakuan Internasional
Sasando juga telah mendapat pengakuan di tingkat internasional. Alat musik ini telah dipertunjukkan di berbagai festival musik dunia, meninggalkan kesan mendalam pada banyak orang. Musisi internasional “Sammy Saputra” yang mengkolaborasikan sasando dengan alat musik modern, berhasil membawa alat ini ke pentas global.
Kesimpulan
Sasando adalah simbol identitas budaya yang kaya dari Nusa Tenggara Timur. Dari sejarahnya yang panjang hingga evolusinya dalam konteks modern, sasando terus berperan sebagai jembatan antara generasi masa lalu dan masa depan. Melalui usaha bersama untuk melestarikan dan mengembangkan sasando, kita tidak hanya menjaga warisan budaya kita tetapi juga merayakan keindahan musik dan seni yang ditawarkan oleh masyarakat NTT.
FAQ
1. Apa itu sasando?
Sasando adalah alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ia memiliki bentuk mirip harpa dan dimainkan dengan cara dipetik.
2. Dari bahan apa sasando dibuat?
Tasando umumnya terbuat dari kayu berkualitas tinggi seperti kayu nangka atau kayu jati, dan senar yang dibuat dari bahan alami atau logam.
3. Di mana sasando sering dimainkan?
Sasando sering dimainkan dalam berbagai upacara adat, perayaan, dan festival musik di NTT, serta dalam konser di tingkat nasional dan internasional.
4. Apa makna sasando bagi masyarakat NTT?
Sasando merupakan simbol identitas budaya yang mencerminkan tradisi, sejarah, dan hubungan masyarakat dengan alam serta spiritualitas.
5. Bagaimana cara belajar memainkan sasando?
Anda dapat belajar memainkan sasando melalui pelatihan yang disediakan oleh komunitas lokal, sekolah musik, atau secara online melalui video tutorial.
Menjaga dan meneruskan tradisi sasando adalah tanggung jawab bersama kita sebagai generasi penerus, agar sejarah dan keindahan alat musik ini tetap hidup di hati dan pikiran masyarakat Indonesia.